Rabu, 20 Maret 2013

#GLOSSARY:

- LIVERPUDLIAN: warga kota Liverpool,
penduduk yang memiliki KTP Liverpool. Tidak
harus bersuku bangsa/ berlogat Scouse. Ini
sama seperti penduduk kota Bandung tidaklah
harus seorang bersuku Sunda.

- EVERTONIAN: julukan bagi Liverpudlian (warga
kota Liverpool) yang mendukung Everton
Football Club. Kerap disebut sebagai
Merseyside Blue.

- MERSEYSIDE: ini merupakan "state", wilayah di
Inggris, seperti layaknya provinsi Sumatera Selatan di
Indonesia. Kota Liverpool terletak di area
Merseyside ini. Seperti halnya kota Palembang
terletak di Sumatera Selatan.

- SCOUSE: sub-racial, merupakan suku bangsa
yang berlogat. Seperti halnya Palembang, Sunda, Jawa,
Batak, Manado, Padang, Ambon, dll.
Individunya/ orangnya disebut sebagai Scouser.
Seorang Scouser tidak harus menjadi
Liverpudlian (warga kota Liverpool), sama
halnya seperti seorang Batak tidaklah harus
tinggal di kota Medan/ di daerah Sumatera
Utara. Dan seorang Scouser tidak berarti bahwa
dia pendukung LFC, ataupun EFC, dll. Mungkin
saja dia bahkan tidak suka olahraga sepakbola.
Ini sama halnya seperti: belum tentu orang Palembang mencintai SFC, bahkan mungkin
belum tentu dia suka olahraga sepakbola.

- KOPITES: istilah bagi pendukung Liverpool
Football Club (LFC). Individu: Kopite. Bentuk
jamak: Kopites. Cara membaca: Kopayt, dan
bentuk jamak: Kopayts. Tanyakan pada dirimu
sendiri, apakah kalian fans (penggemar) LFC?
Ataukah kalian merasa sebagai pendukung LFC?
Julukan Kopites bermakna sebagai supporter
(pendukung).

- WOOLS: bahasa Scouse, berarti: pendukung
LFC yang berasal dari luar kota Liverpool, dan
atau bahkan dari luar negeri. Wools kerap
menjadi ejekan, karena dianggap sebagai
pendukung layar kaca garis keras (pendukung
LFC lewat TV, bukan rutin datang ke stadion).

- URCHINS: berbeda dengan bahasa Inggris,
dalam slang word Scouse, kata Urchins berarti
anak jalanan. Dan karena budaya sepakbola di
Inggris sudah sangat mengakar, maka biasanya
anak2 jalanan ini penggila sepakbola,
pendukung garis keras, dijaman dahulu siap
membunuh fans lawan. Mirip dengan kondisi
atmosfir olahraga dalam negeri kita saat ini kan?
Hehehe.

- THE URCHINS LFC: organisasi non resmi
pendukung Liverpool FC.

- MEN OF SHANKLY: organisasi non resmi
pendukung Liverpool FC.

- THE RED AND WHITE KOP: organisasi non
resmi pendukung Liverpool FC.

- THE KOP: disebut juga Spion Kop. Nama dari
salah satu tribun di stadion Anfield. Yang
lainnya bernama: Main Stand, Anfield Road,
Centenary Stand. Seluruh penonton wajib duduk
saat menonton, namun para Kopites yang
berada di tribun atas The Kop selalu berdiri,
menyanyi, dan para Stewards (Satpam) sudah
lelah menyuruh mereka menonton dengan
sopan.

- TRAVELING KOP: julukan bagi Kopites yang "uji
nyali", menonton LFC bertanding di kandang
lawan, namun tetap nekad beratribut jersey -
scarf LFC. Jadi jika ada member BIGREDS IOLSC
yang menonton lintas regional, sebenarnya
tidak bisa disebut Traveling Kop. Jika kalian
menonton LFC v MUFC dikandang nonbar anak2
fans ManUtd, dan kalian tetap nekad berani
mengenakan atribut LFC, maka itulah Traveling
Kop! Makna aslinya: Kopites yang menonton ke
Old Trafford, atau Stamford Bridge, misalnya.

- THE ALBERT: nama sebuah Pub terkenal yang
terletak tepat didepan Paisley Gates, pintu
masuk menuju THE KOP. Para Kopites yang tak
kebagian tiket biasanya nonbar LFC disana.
Namun, kini ada banyak Pub lain, sehingga
jumlah penonton yang hadir nonbar di The
Albert menjadi menurun kwantitasnya.

- LIVERBIRD: lambang kota Liverpool.
Merupakan burung langka yang hidup di
perairan Merseyside. Berwarna merah, dan
memakan ganggang kering. Liverbird BUKANLAH
Heron Bird (burung bango/ bangau). Jadi jika
ada fans tim lawan yang menghina LFC sebagai
tim burung bango/ bangau, maka jelaskanlah: A
LIVERBIRD IS NOT A HERON BIRD!
YNWA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar